30 Maret 2009

Wing’s Cafe

Hadir di Binus Syahdan

Makanan cepat saji yang sudah cukup akrab dengan masyarakat kita, salah satunya adalah burger. Rasa panganan yang terbuat dari roti dan irisan daging ini terbilang lezat, bahkan jika dilihat dari ukurannya juga cukup mengenyangkan.


Burger, hot dog, serta buffalo chicken wing’s adalah tiga menu utama yang ditawarkan oleh Wing’s Cafe. Hadir di Kampus Binus Syahdan sejak 9 Februari 2009 lalu, Wing’s Cafe menyajikan makanan dengan rasa yang sangat istimewa.

Dari ketiga menu tadi, Wing’s Cafe menghadirkan beberapa menu varian lainnya, yakni beef burger, cheese burger, double cheese burger, chicken burger, fish burger, teri burger, dan bbq burger. Selain itu, tersedia pula menu pagi hari seperti bubur ayam hongkong, bubur ikan, bubur phitan dan lainnya yang buka mulai pukul 06:30.

Menurut Pengelola Wing’s Cafe, Edi Santoso, masing-masing menu makanan dibuat dari bahan-bahan terbaik. “Untuk mendapatkan rasa yang terbaik, kami memang sengaja membuat menu dari bahan pilihan,” kata Edi.

Yang lebih istimewa lagi, aneka burger, hot dog, dan chicken wing’s dari Wing’s Cafe dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Selain itu, lemak yang terkandung dalam makanan juga berada dalam takaran lemak rendah atau low fat. “Makanan kami adalah makanan sehat,” tegas Edi menambahkan.

Mengenai harga jual, Edi menyebutkan, harga makanan Wing’s Cafe bisa dikata cukup terjangkau. Sebagai contoh, buffalo chicken wing’s isi lima diharga Rp 12 ribu dan Rp 22 ribu untuk paket isi 10. Kemudian, untuk beef burger dan hot dog, masing-masing satu porsinya diharga Rp 12 ribu.


[+/-] Selengkapnya...

15 Februari 2009

Baling-Baling Bambu, Tetap Berputar di Jaman Modern

Di saat angin berembus cukup kencang, baling-baling bambu pun akan berputar seperti roda. Bentuknya yang bulat, dengan aneka warna membuat benda ini sangat di sukai anak-anak.

Anak-anak di desa biasanya membuat baling-baling dari daun kelapa. Setelah baling-baling jadi, biasanya mereka akan memegang dan membawa lari baling-baling tersebut hingga berputar melawan arah angin.

Bersamaan dengan datangnya hembusan angin, puluhan baling-baling yang berada di pinggir jalan Kemnggisan, tepatnya di depan gang Panta berputar dan berbunyi. Suaranya menyerupai dengungan ribuan pasukan lebah. Semakin kencang terjangan angin, semakin keras pula suara yang dihasilkan dari getaran baling-baling bambu tersebut.

Di jaman yang semakin modern dan canggih seperti saat ini, mainan anak-anak jaman waktu kita kecil dulu sudah sangat sulit didapat. Selain ketinggalan jaman, anak-anak pun cenderung mulai tidak menyukainya dengan alasan tidak canggih atau kurang menarik.

Meski begitu, ternyata masih ada lelaki tua bernama Mahmun yang mau melestarikan mainan sederhana ini. Pastinya Anda mengenal salah satu mainan yang sangat sederhana seperti baling-baling bambu.

Berawal satu tahun yang lalu, pembuat baling-baling bambu, Mahmun sedang asik duduk di depan teras rumahnya. Saat itu dirinya melihat ada baling-baling yang sudah usang menempel di depan rumahnya. Entah siapa yang menaruh baling-baling tersebut di tempat itu. Dengan rasa penasaran, Mahmun pun segera mengambilnya dan membongkar baling-baling tersebut.

Rasa penasaran pun berganti menjadi rasa puas. Mahmun merasa bahwa pembuatan baling-baling ini dilakukan dengan sangat sederhana sekali. Bahkan dirinya pun merasa mampu untuk membuat yang lebih baik dan lebih bagus dari baling-baling yang di pegangnnya saat itu.

Tak mau tunggu lama, Mahmun pun segera mencari dan membeli bahan-bahan pembuat baling-baling tersebut. Mulai dari bambu, kertas karton, lem, cat, sedotan, plastik dan gelas atau botol bekas air minum kemasan.

Satu per satu baling-baling selesai dibuatnya. Mulai dari yang sangat sederhana hingga yang paling rumit. Sebut saja, yang paling mudah hanya dengan membuat satu buah baling-baling dengan bambunya. Sedangkan ada beberapa baling-baling yang pembuatannya membutuhkan kesabaran. Baik ketika membuat lubang baling-baling hingga mengukur diameter baling-baling hingga sama dan seimbang.

Menurut Mahmun, baling-baling buatannya sangat di gandrungi anak-anak. Selain bentuknya yang menarik, ketika angin mulai bertiup, ratusan baling-baling yang terpajang di depan rumahnya serentak berputar. Ini yang terkadang membuat orang tertarik dengan baling-baling ini. Bahkan, tidak jarang ada pengendara yang berhenti guna sekedar melihat-lihat atau langsung membelinya.

” Biasanya yang datang ke tempat ini adalah anak-anak yang baru pulang sekolah. Mereka beramai-ramai membeli baling-baling guna dimainkan di sekolah atau di rumahnya masing-masing,” tukasnya.

Bicara soal harga, Mahmun menuturkan, harga untuk 1 buah baling-baling terbilang sangat murah. Untuk satu buah baling-baling yang terbuat dari kertas karton, dirinya hanya menjual dengan harga Rp 1000. Namun untuk baling-baling yang terbuat dari plastik atau karet dijual dengan harga Rp 2000-3000. ”Saya tidak terlalu mematok harga. Terkadang, ada anak-anak yang membeli baling-baling yang bagus dengan harga Rp 5000 per 3 buah,” ujarnya.

Terpenting, tambahnya, hasil karya yang saya buat masih dihargai orang lain. Ini sudah membuat saya senang. Selain anak-anak yang menggemarinya, suatu ketika ada produser film yang datang ke tempat ini. Beliau mengatakan ingin membeli sebagian baling-baling yang ada di tempat ini. Baling-baling tersebut nantinya akan digunakan dalam shooting film tersebut.

”Namun hingga saat ini saya belum tahu film apa yang menggunakan baling-baling buatan saya,” ucap Mahmun sambil tersenyum.

Bicara soal keinginan, Mahmun menuturkan, ingin terus membuat baling-baling hingga dirinya tidak lagi mampu membuatnya. Namun dirinya juga ada perasaan takut, jika nanti dirinya sudah tidak mampu lagi membuat baling-baling sederhana ini. Apakah masih ada orang yang mau membuatnya ? tanya Mahmun.

Terpenting saat ini, dirinya akan selalu berkarya. Dalam hal ini, hampir setiap hari Mahmun membuat baling-baling. Bahkan menurutnya, setiap hari Mahmun mampu membuat sekitar 20-30 baling-baling. Walau tidak sampai habis terjual, dirinya merasa puas setelah hasil karyanya selesai.

"Saya paling senang membuatkan mainan untuk anak-anak," kata Mahmun
yang juga sering mengajari para pembeli membuat baling-baling sederhana. Sebenarnya tidak sulit membuat baling-baling ini. Yang jelas, saat ini orang-orang mulai malas dan meninggalkan mainan yang kuno seperti baling-baling ini.

Dirinya juga mengatakan, bagi orangtua yang ingin merayakan hari ulang tahun anak-anaknya. Mahmun pun siap membuat baling-baling yang nantinya bisa dijadikan souvenir anak-anak yang datang pada acara ulang tahun tersebut.
Bukan itu saja, baling-baling ini juga bisa menghiasi ruangan atau area sekitar perayaan berlangsung. ”Ya, jika memang ada yang ingin memesan baling-baling dalam jumlah besar, alangkah baiknya jika jauh-jauh hari sudah menghubungi saya,” pintanya.



[+/-] Selengkapnya...

Kiat Buat Kulit Sehat dan Cantik Alami

Kulit tampil sehat dan cantik alami menjadi dambaan semua orang, khususnya kaum perempuan. Di masa kini, kaum perempuan makin peduli pada kecantikan dan kepercayaan dirinya. Mereka makin sadar akan kebutuhan perlindungan kulit dari serangan radikal bebas seperti polusi udara, asap merokok, dan akibat terik mentari.


Kulit yang cantik dan sehat merupakan aksesori yang mewah. Hampir semua orang ingin mempertahankan ‘kemewahan’ itu selama mungkin. Tidak sedikit perempuan yang mengandalkan kosmetik sebagai solusinya. Padahal, makanan/suplemen pun punya andil besar dalam menyehatkan dan mempercantik kulit.

Jika Anda ingin memiliki kulit yang halus dan lembut, rambut yang berkilau, dan kuku yang berwarna merah jambu, mungkin yang Anda butuhkan adalah krem, kondisioner, dan lotion yang dapat dioleskan dari luar. Namun ada baiknya, Anda juga mulai menoleh ke sisi ‘dalam’, yakni asupan makanan yang sehat. Ini sangat beralasan, mengingat kulit, rambut, dan kuku mengandung protein-protein seperti kolagen, elastin dan keratin yang memberi reaksi terhadap asupan nutrisi yang serupa.

Kulit yang sehat, segar, bersih, terjaga teksturnya adalah kulit yang dapat bernapas lega. Namun jika yang terjadi sebaliknya, yaitu pori-pori kulit tersumbat oleh sel-sel kulit mati, maka selain tampilan kulit menjadi kusam, menebal, juga mengakibatkan timbulnya komedo dan milia.

Setiap 28-30 hari, sel-sel kulit kita yang paling luar (sel tanduk) akan mati dan akan terkelupas secara alami, digantikan oleh sel-sel kulit yang baru. Dimulai dari terbentuknya sel di lapisan basal yang paling bawah sampai ke lapisan yang paling atas (paling luar). Proses degenerasi pengelupasan secara alami akan bergeser waktunya menjadi lebih lama, seiring dengan pertambahan usia, Misalnya, saat menjelang menopause.

Menjernihkan Kulit
Para pakar kulit dan kecantikan setuju, bahwa makan makanan yang sehat akan mendatangkan manfaat bagi kulit; tidak hanya melindunginya dari kerusakan, tetapi juga menyeimbangkan produksi kadar minyak alami, melembabkan kulit, meningkatkan kemampuan perbaikan/penyembuhan kulit itu sendiri, meningkatkan pergantian/produksi sel-sel kulit baru, dan memperkuat jaringan kolagen dan elastin.

Hasil penelitian American College of Nutrition menyebutkan bahwa makanan yang baik dan alami, akan melindungi kulit dari proses penuaan sel-sel kulit, kerusakan kulit dan kanker kulit.

Radikal bebas musuh utama kulit
Pada saat kulit terpapar sinar ultraviolet, akan terbentuk molekul oksigen tunggal, yang sering dikenal dengan radikal bebas. Unsur radikal bebas merusak membran sel-sel dan DNA di dalam inti sel-sel di seluruh tubuh termasuk sel-sel kulit.
Radikal bebas juga dapat merusak DNA pada sel-sel kulit dan serabut-serabut kolagen dan elastin yang menjadi penyangga struktur kulit, sehingga kulit menjadi rapuh, keriput dan mengerut.

Radikal bebas yang selama ini menjadi musuh kulit dapat juga berasal dari proses oksidasi (pemakaian oksigen di dalam tubuh) atau sesuatu yang dibakar, seperti rokok, makanan yang digoreng, daging yang dipanggang, dan tempat atau alat pembuangan asap, seperti udara itu sendiri, ketika partikel-partikelnya rusak karena terpapar sinar matahari.

Radikal bebas dikenal sebagai molekul perusak sel yang mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit dan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan pertambahan usia, dari penyakit jantung hingga Alzheimer.

Sinar ultraviolet juga dapat merusak jaringan penunjang kulit yang akan mengendurkan kulit. Banyak jenis antioksidan yang dapat dikonsumsi untuk memperlambat proses penuaan dini, misalnya vitamin E. Maksimalkan pasokan antioksidan dari makanan. Antioksidan dapat membantu memperbaiki kerusakan DNA.

Keunggulan Vitamin E
Untuk mendapatkan kulit sehat, cerah, dan bersih, tidak cukup hanya mengandalkan kosmetik topikal (yang dioleskan), tetapi juga asupan suplemen, agar hasilnya maksimal.

Natur-E mengandung vitamin E alami (natural), ekstrak minyak biji bunga matahari yang mengandung vitamin E aktif dan alami (d- alfa-tokoferol).

Minyak biji bunga matahari mengandung asam linoleat dan linolenat, salah satu lemak yang baik untuk kesehatan tubuh. Asam lemak ini bertanggung jawab terhadap pembentukan prostaglandin atau jaringan hormon yang mengatur kesehatan pembuluh darah jantung, kesuburan, daya tahan tubuh, dan sistem saraf pusat. Selain itu, suplemen kulit ini mengandung ekstrak biji gandum yang juga mengandung vitamin E aktif dan alami (d – alfa-tokoferol).

Vitamin E tidak diproduksi oleh tubuh, melainkan didapat dari makanan atau suplementasi. Natur-E sangat aman karena mengandung vitamin E alami terbaik, karena dua kali lebih mudah diserap oleh tubuh dibanding dengan vitamin E sintetis.

Sebagai antioksidan terkuat, Natur-E meregenerasi sel-sel kulit yang rusak akibat serbuan radikal bebas (polusi, sinar ultraviolet, dan gaya hidup tidak sehat), melindungi/menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan fungsi sel-sel kekebalan tubuh.
Fungsinya yang lain yaitu mencegah keriput atau penuaan dini, meningkatkan elastisitas dan kelembaban kulit, mencegah timbulnya penyakit degeneratif seperti jantung koroner, kolesterol tinggi, kanker, osteoarthritis serta katarak.

Minum Natur-E sebanyak 1-4 kapsul sehari secara teratur, sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas keseharian Anda. Karena, kebutuhan vitamin E setiap orang berbeda-beda, tergantung pola hidupnya serta banyaknya paparan polusi.

Asupan vitamin E yang disarankan dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk pria 150 IU (international unit/satuan internasional) dan untuk wanita 100 IU setiap harinya.


[+/-] Selengkapnya...

Belajar Untuk Terbuka

Bagian 1

Ada banyak laki-laki yang sulit untuk terbuka dengan isteri dan anak-anaknya saat mereka menghadapi masalah, dan terlebih suka menanggung masalah itu sendirian.


Ketika saya sedang bercakap-cakap dengan rekan saya, ia sempat mengemu¬ka¬kan beban dan masalah yang sedang dihadapinya. Cukup berat. Saya lalu bertanya, “Apakah isteri kamu sudah mengetahui hal ini?” Ia men¬jawab, “Tidak! Saya tidak ingin dia kuatir. Biar saya saja yang menang¬gung beban dan masalah ini. Saya kan kepala keluarga.” Kata saya lagi, “Loh, dia itu kan isteri ka¬mu?! Ya, siapa tahu, ia bisa memberikan masukan, atau setidaknya berdoa buat kamu.” Tetapi, ia tetap ngotot dengan pendiriannya. Dan, jujur saja, saya tidak bisa mengerti jalan pemikiran rekan saya itu.

Manakah yang lebih baik, an¬ta¬ra membiarkan isteri dan anak-anak kita tenang-tenang saja, padahal sesungguhnya nasib mereka ada di ujung tan¬duk, atau memberitahu apa yang sedang terjadi dan mengajak mereka berdoa bersa¬ma, agar se¬mu¬a berjalan dengan baik.

Jika keti¬dak¬tahuan mereka ternyata berujung dengan hasil yang baik, hal itu mung¬kin tidak akan menjadi ma¬salah. Tapi, jika ternyata hal itu berakhir de¬ngan hasil yang buruk, bukan¬kah me¬re¬ka akan lebih kuatir dan bahkan mungkin juga shock, karena kita tidak memberitahu me¬reka lebih dulu. Pernahkah kita me¬mi¬kirkan kemungkin¬an ini? Ironisnya, realita justru me¬nun¬juk¬kan bahwa kebanyakan laki-laki cenderung me¬nyem¬bunyikan beban dan masalah mereka, terlebih lagi jika itu menyangkut soal pe¬ker¬ja¬an me¬re¬ka. Bahkan kita mungkin juga termasuk dalam barisan para suami atau ayah yang melakukan hal-hal seperti di atas

Kebanyakan dari kita selalu beralasan, bahwa kita tidak ingin membuat isteri dan anak-anak mereka kuatir dan takut, dan kita me¬mi¬lih menyembunyikan beban dan masalah, agar semuanya terlihat baik-baik saja. Ini pe¬mi¬¬kiran yang keliru. Mengapa? Sebab, jika mereka menge¬tahui beban dan masalah yang sedang kita hadapi, mereka justru dapat mempersiapkan diri dan mendukung kita di dalam doa, agar semuanya boleh tera¬tasi atau berjalan dengan baik.

Tak hanya itu, di sisi lain, mereka juga berhak tahu apa yang sedang dan akan terjadi –terlebih lagi jika hal itu ber¬po¬tensi mempengaruhi kehi¬dup¬an mereka, karena se¬ga¬la sesuatu yang sedang atau akan menimpa kita, pas¬ti akan berdam¬pak pula pada mereka. Karena mereka adalah isteri dan anak-anak kita. Keluarga kita. Karena itu, mereka berhak tahu apa yang sesungguhnya sedang atau akan ter¬jadi pada diri kita, dan ... kita tidak seharusnya menyem¬bunyikan hal tersebut.

Lebih dari itu, ketahuilah, bahwa isteri dan anak-anak kita adalah tim istimewa yang diberikan Tuhan pada kita, agar kita beroleh bantuan dan dukungan untuk menghadapi dan menjalani kehidupan ini. Itu artinya, usaha menyembunyikan apa yang sedang dan akan terjadi, sama saja dengan kita telah melewatkan ban¬tuan dan dukungan yang sangat kita perlukan, saat kita sedang memikul beban yang berat dan menghadapi ber¬ba¬gai masalah yang berat.

Bahkan, jika mereka mengetahui kita menyembunyikan beban dan masalah dari mere¬ka dan ingin menanggung sendiri, hal itu juga berpotensi menimbulkan kekecewaan bagi isteri dan anak-anak kita. Hal itu sama saja dengan kita tidak mempercayai mereka dan tidak menganggap mereka sebagai bagian dari kehidupan kita. Ini menyedihkan hati mereka.

Nah, yang lebih buruk lagi, kebiasaan kita menyembunyikan beban dan masalah yang sedang kita hadapi, juga akan menghasilkan kesatuan yang semu di tengah-tengah kelu¬ar¬ga kita. Karena kesatuan tanpa keterbukaan –apapun alasannya, merupakan kesatuan keluarga yang se¬mu. Tidak akan kuat menghadapi badai kehidupan. Tapi, jika kita mau belajar terbuka dengan isteri dan anak-anak tentang berbagai be¬ban dan masa¬lah yang kita hadapi, lalu kita menghadapinya bersa¬ma-sama dengan mereka, maka hal itu jutsru akan membangun kekompakan dan memperkuat kesatuan di te¬ngah-tengah keluarga.

Itulah kesatuan yang sesungguhnya. Bahkan, tak hanya itu, isteri dan anak-anak kita juga terlatih menghadapi berbagai beban dan masalah yang mungkin akan muncul di dalam kehidupan mereka nantinya. Dan mereka pun akan bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kokoh dan tangguh. Awalnya begitu se¬der¬hana, belajarlah terbuka pada isteri dan anak-anak kita dan ajaklah mereka bersama-sama memikirkan dan menghadapi apa yang sedang atau akan terjadi. Inilah yang mesti kita lakukan.

Saya percaya, bahwa saat Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, lalu mereka menikah dan me¬la¬hir¬¬kan anak-anak, Ia bermaksud agar kita dan keluarga kita boleh menjadi satu tim yang solid menghadapi dan menja¬lani kehidupan di dalam dunia ini. Kita boleh saling terbuka dan berbagi beban, agar kita boleh men¬du¬kung satu dengan yang lain. Suami dan isteri. Ayah, ibu dan anak.

Karena itu, bukan waktunya lagi untuk kita menjadi pahlawan kesiangan di tengah keluarga kita, yang berusaha menanggung semua beban dan masalah seorang diri. Kita tidak hanya berpotensi menimbulkan hal-hal buruk seperti tertulis di atas, ¬ta¬pi juga berpotensi melakukan banyak kesalahan dan menjadi lemah karena tidak ada yang mengingat dan me¬¬¬no¬pang kita, yang pada akhirnya malah menjadi beban dan menimbulkan masalah bagi mereka. Sebab itu, mari kita mau belajar bersikap terbuka dengan isteri dan anak-anak tentang segala beban dan ma¬sa¬lah yang sedang kita hadapi. Buanglah segala pemikiran dan prasangka yang ti¬dak pada tempatnya.



[+/-] Selengkapnya...

Mengenalkan Internet di Usia 2 - 12 Tahun

Ada nilai positif dan negatif dari penggunaan internet buat anak. Berikut ini adalah kiat mengenalkan Internet bagi anak-anak usia 2 hingga 12 tahun:


Usia 2 s/d 4 tahun
Dalam usia balita, anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Ketika banyak aktifitas dan situs yang bersesuaian dengan usia balita ini, melakukan surfing bersama orang tua adalah hal yang terbaik. Hal tersebut bukan sekedar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak tersebut bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara sang anak dengan orang tua.

Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Hal tersebut bukan berarti mereka dibiarkan menggunakan Internet secara bebas.

Yang terbaik adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan sang anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan Internet. Kita pun tidak perlu terus-menerus berada di samping sang anak,, selama kita yakin bahwa dia berada di dalam sebuah situs yang aman, layak dan terpercaya.

Usia 4 s/d 7 tahun
Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan Internet.

Anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di Internet. Inti permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar anak dapat tetap leluasa mengeksplorasi Internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustrasi atau ketidaknyamanan pada dirinya

Usia 7 s/d 10 tahun

Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pulalah anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua.

Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tak berarti tanpa adanya partisipasi dari orang tua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi di Internet, tetapi dia tidak sendirian.

Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Pada masa ini, fokus orang tua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk variasi aktifitas lainnya.

Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk hanya membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.

Usia 10 s/d 12 tahun
Pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orang tua tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas orang tua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal olahraga, musik dan membaca buku.

Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berpengaruh. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif. (ictwatch.com)


[+/-] Selengkapnya...

Walikota Jakarta Barat

Anjurkan Mambuat Jaring Sampah di Kali

Walikota Jakarta Barat H M Djoko Ramadhan menginstruksikan para camat dan lurah untuk membuat jaring sampah yang dipasang di kali perbatasan wilayah masing-masing. Tujuannya agar diketahui kelurahan atau kecamatan mana saja yang tingkat kesadaran warganya rendah terhadap lingkungan utamanya yang membuang sampah ke kali.


“Ini penting agar jelas wilayah mana yang tidak peduli lingkungan. Buat apa kali dikeruk dan bantarannya ditertibkan jika masih banyak sampah di kali atau saluran,” tukas Walikota, saat memimpin evaluasi hasil pemantauan pertama program Adipura 2008-2009 dengan para pejabat, camat dan lurah se Jakarta Barat, di ruang pola, kantor walikota, Kamis (22/1).

Selain itu Walikota meminta para camat dan lurah untuk memasang papan pengumuman dan pengawasan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan ke saluran penghubung maupun kali. “Kalau perlu dicantumkan sanksinya sesuai Perda,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Walikota juga mengimbau seluruh instansi terkait dan komponen masyarakat untuk bekerja lebih keras lagi dalam upaya mewujudkan wilayah Jakarta Barat menjadi kawasan yang tertib, bersih dan indah. “Kalau ada niat dan mau berusaha keras pasti akan tercapai,” ujarnya.

Menurut Walikota, Jakarta Barat dalam penilaian tahap pertama program Adipura 2008-2009 yang berlangsung sejak Nopember 2008 lalu hasilnya masih belum memuaskan. Untuk itu diperlukan kerja keras dan koordinasi antar unit/instansi, aparat wilayah dan masyarakat.

Selain nilai kantor kelurahan yang masih perlu ditingkatkan, dalam kesempatan itu juga disinggung masalah kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah, pasar, Puskesmas, kawasan jalan, pertokoan, saluran air, kali dan lainnya.

”Adipura merupakan program nasional yang salah satu tujuannya untuk mendorong aparatur bersama masyarakat dalam mewujudkan wilayah yang bersih, indah dan tertib. Jadi diperlukan kerja kolektif antar instansi dan keterlibatan masyarakat,” papar Walikota. Dengan demikian, diharapkan dalam penilaian tahap II Adipura pada Februari- Maret mendatang akan lebih baik.

Pada kesempatan sama, walikota menyerahkan piagam penghargaan K3 (ketertiban, kebersihan dan keindahan) tingkat Provinsi DKI Jakarta. Kantor Kecamatan Grogol Petamburan mendapat penghargaan Terbaik I untuk penilaian kantor kecamatan, Pasar Duta Mas Terbaik I untuk pasar Inpres, jalan Tanjung Duren Barat Terbaik I untuk jalan kebanggaan wilayah.

Selanjutnya kantor Kelurahan Duri Kepa Kecamatan Kebon Jeruk menempati peeringkat terbaik II untuk kategori kantor kelurahan, wilayah RW 04 Kelurahan Kedoya Utara terbaik II untuk penilaian perumahan bukan kompleks, SMPN 229 Kebon Jeruk terbaik II untuk kawasan sekolah. Sedangkan penghargaan terbaik III diraih Puskesmas Joglo, untuk kawasan Puskesmas dan SDN 02 Kedoya Utara untuk kawasan sekolah SD.

Menilik di Kecamatan Kembangan, penyaring sampah di kali masih terlihat dengan baik. Namun, menurut penarik perahu yang ada di bantaran kali tersebut, Sutomo, setelah ada penyaring tersebut memang kali terlihat lebih bersih. Namun, banjir tetap menhampiri. Beda halnya dengan pengerukan kali yang dilakukan. Menurutnya, ini sangat berpengaruh sekali. Selain kali menjadi lebih lebar. Di sekitar kali pun terlihat bersih.


[+/-] Selengkapnya...

Usaha Dealer Motor

Tanya:
Terima kasih atas pencerahannya, sekarang saya lagi mempersiapkan diri untuk menjadi entrepreneur di bidang otomotif. Mungkin saya bisa share rencana saya.

Saya akan buka bisnis jual beli sepeda motor. Dulu saya berencana membuka dealer dari salah satu motor merek Jepang, namun karena keduluan pihak lain (karena ada batasan area penjualan antar dealer) saya tidak jadi.

Tetapi, tekad saya untuk berusaha menjalankan bisnis ini tidak terbatas pada satu merek motor melainkan sebanyak-banyaknya (one stop shopping) dan akan saya berikan value added dibandingkan dengan dealer lain.

Menurut bapak, apakah lebih baik menjadi one stop shopping atau menjadi dealer resmi salah satu brand (investasi lebih besar)?
Mohon pencerahannya, terimakasih atas pemikirannya.

Henry

Jakarta Utara


Jawab:
Yang lebih baik untuk Anda yaitu mengambil dealership dari merek Jepang yang sudah terkenal karena semuanya lebih jelas. Mutunya jelas, konsumennya jelas, pasti keuntungannya pun akan lebih jelas. Saat ini merek yang menjadi market leader adalah Honda, maka pilihlah Honda. Tapi merek-merek lain seperti Suzuki dan Yamaha memiliki keunggulan juga. Kalau Honda tidak bisa, dua merek tersebut bisa jadi pilihan kedua.

Kenapa saya menyarankan Anda memilih merek-merek yang sudah terkenal? Dengan menjadi dealer merek terkenal, maka tingkat keberhasilan akan lebih tinggi. Mereka sudah membuktikan kok, bahwa mereka sangat teruji. Maka Anda bisa menjadi bagian dari sebuah organisasi raksasa yang telah teruji pelayanannya.

Kedua, kerja sama yang baik dengan financing company seperti Adira Finance atau Wahana Oto. Salah satu kunci keberhasilan penjualan motor yang sangat besar di Indonesia, adalah berkat bantuan dari perusahaan multifinance.

Perusahaan pembiayaan lebih suka konsumen mencicil ketimbang membeli cash. Dan itulah tipikal orang Indonesia, yang lebih suka ngutang ketimbang bayar lunas. Merek-merek Jepang, sukses juga karena topangan perusahaan pembiayaan. Tanpa itu, penjualan akan mandek. Lalu tanyakan juga apakah perusahaan multifinance tersebut menyediakan kredit untuk motor bekas.

Ketiga, buatlah sejumlah kemudahan buat konsumen. Misalnya, bayar uang muka boleh dengan kartu kredit. Jadi gesek langsung bawa pulang motornya.


[+/-] Selengkapnya...

Renovasi Rumah Rawan Banjir

Tanya :
Saya tertarik dengan rubrik GRIYA AdInfo yang bapak asuh. Saya ingin mengajukan beberapa hal, pertama, rencananya saya akan mendesain ulang rumah yang saya tinggali sekarang karena lokasinya sekarang rawan banjir.


Luas tanah rumah saya 6 x 15 m, dan luas bangunan 67 m2. Rumah saya berada di badan baris rumah, menghadap selatan. Jika dilihat dari depan, pagar rumah terdapat di sebelah kiri dan terdapat gardu PLN kecil di sebelah kanan luar pagar rumah. Lebar jalan di depan rumah kira-kira 6 meter.

Kondisi rumah sekarang : di lantai dasar terdapat 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur, dan di sebelah dapur ada 1 kamar mandi kecil. Di halaman terdapat carport hanya untuk 1 mobil dan di lantai atas terdapat dak jemur pakaian, kamar pembantu.
Dengan kondisi rumah sekarang, saya bermaksud untuk :
1. Merenovasi secara bertahap disesuaikan dengan budget yang ada.
2. Menaikkan bangunan rumah 1 – 1,5 meter di atas permukaan jalan, tanpa merubah banyak tata ruang yang ada sekarang. Di lantai dasar ada 1 kamar tamu, 1 kamar mandi, dapur kecil, kolam/taman kecil. Atau apakah lantai dasar bisa juga berfungsi sebagai basement atau seperti rumah panggung? Kendalanya yaitu dengan menaikkan bangunan rumah, keluar masuk mobil ke carport akan lebih sulit karena jalan tidak lebar.

3. Untuk menuju lantai 1 apakah dapat melalui tangga di teras depan atau dari dalam ?
4. Lantai 2, terdapat 1 kamar utama, 1 kamar serbaguna, 1 kamar mandi, service area, jet pump, genset, 1 ruang laundry kecil, ada solar heater, dll.

Saya harap bantuan dari bapak, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Teresa

Tama Kedoya Permai

Jawab:
Untuk renovasi rumah dengan menaikkan level lantai setinggi 1 – 1,5 meter tentu akan mengurangi tinggi ruang dalam rumah. Sedangkan jika mau tetap ruang di dalam tinggi, maka kita harus membuat struktur baru yang tentunya memakan biaya.

Saya coba pertahankan struktur rumah lama, dan mengatur susunan ruang agar di lantai bawah tidak terdapat ruang-ruang utama berhubung ketinggian plafon terbatas.

Di lantai bawah lebih banyak saya tempatkan ruang umum, dan juga area service (lebih jelasnya bisa dilihat di gambar). Kamar di belakang diubah menjadi tangga dan gudang, dapur menjadi kamar pembantu, dan dapur yang baru digeser ke sisi sebelah kiri. Carport dibuat lebih panjang supaya tidak sulit waktu memasukkan mobil karena sudut kemiringan yang cukup tinggi.

Lantai atas terdapat 2 kamar, kamar mandi, ruang makan dan ruang keluarga. Paling atas terdapat dak untuk jemur, meletakkan genset, tangki air, dan water heater. Perlu diperhatikan, pada denah ini terdapat beberapa void yang berfungsi membuat sirkulasi udara lancar dan tidak sumpek, dan diharapkan tidak ditutup atau dijadikan ruang.

Untuk pembangunan bisa saja secara bertahap, namun berhubung luas pengembangan tidak terlalu besar sebaiknya dikerjakan sekali jadi supaya struktur lebih kuat/rigid, tidak sambung menyambung. Demikian semoga sesuai harapan. Salam.


[+/-] Selengkapnya...

Liputan Lembaga Bimbingan Belajar

Melihat Keberadaan dan Peranannya

Banyak anak murid dan orang tua kuatir menjelang ujian nasional atau seleksi masuk perguruan tinggi. Sekolah terlanjur dicap masyarakat tidak bisa menjamin semua murid-muridnya lulus ujian. Meski bukan hal yang pasti, tapi banyak anak murid yang mencari solusi dengan mendaftar dan percaya pada Lembaga Bimbingan Belajar (LBB).


Tingginya minat murid-murid sekolah, terutama yang duduk di kelas 3 SMP dan SMA, dalam mengikuti bimbingan belajar, membuat tumbuh subur LBB di berbagai wilayah, tak kecuali di komunitas Kebon Jeruk dan Kembangan. Mulai LBB waralaba dengan jaringan dan kurikulum yang terpadu, sampai dengan LBB rumahan yang lebih bersifat privat.

Maraknya usaha pendidikan tersebut, tidak terlepas dari kesempatan yang muncul akibat pemerintah menaikan standar nilai kelulusan murid sekolah. Apalagi banyak murid yang dinyatakan tidak lulus karena belum memenuhi nilai yang ditetapkan pemerintah.

Kontan saja, LBB maju ke depan menawarkan “jalan pintas” dengan menawarkan latihan soal-soal ujian yang lebih praktis. LBB menggunakan soal-soal ujian tahun lalu untuk melatih muridnya. Bahkan, mereka pun mengeluarkan prediksi soal ujian yang akan keluar pada tahun berjalan.

Awalnya, LBB berdiri karena supremasi perguruan tinggi negeri yang dikatakan memiliki kualitas lebih baik dan biayanya yang lebih murah. Oleh karena itu, masyarakat berlomba-lomba mendaftarkan diri dan berujung pada seleksi masuk yang ketat.

Karena seleksi yang ketat inilah banyak pendiri LBB yang berinisiatif untuk mendirikan tempat pendidikan, khusus membahas soal-soal ujian. Sekaligus sebagai peluang bisnis pendidikan yang cukup menjanjikan. Bayangkan, orang tua siapa yang tidak ingin anaknya masuk perguruan tinggi negeri? Atau lulus dalam ujian nasional dan mendapat sekolah favorit?

Dalam perkembangannya, banyak LBB yang tidak hanya membuka bimbingan belajar buat murid sekolah kelas 3 SMP atau SMA. LBB terus berkembang dan melebarkan sayap dengan membuka bimbingan belajar buat berbagai tingkatan kelas, bahkan untuk murid-murid TK. Isinya tetap membantu murid dalam mengerti pelajaran dan mendapat nilai baik di sekolah.

Materi yang diberikan tidak berbeda dengan di sekolah. Dengan bantuan para pengajar LBB, murid sekolah dari berbagai jenjang pendidik tersebut dibantu menguasai dan menaikan nilai pelajaran di sekolah.

Begitu juga dengan kurikulum yang digunakan, tidak berbeda jauh dengan yang dipakai sekolah. Bahkan LBB pun sudah menyiapkan beberapa kurikulum yang populer dipakai sekolah negeri maupun swasta dan sekolah bertaraf nasional plus. Dengan begitu, anak murid pun akan mendapat pelajaran yang tidak berbeda dengan pelajaran di sekolahnya.

Lebih jauh lagi, LBB pun menyediakan guru piket yang bersedia kapan saja sebagai tempat berkonsultasi. “Mereka bukan hanya belajar apa yang diajarkan di kelas saja, tapi juga bisa berkonsultasi seperti menanyakan pekerjaan rumah dari sekolah atau tentang apa saja yang menyangkut pelajaran. Kami tidak memungut biaya lagi, staf pengajar selalu siap membantu,” kata Marketing Teknos Duri Raya, Ryan Timiko.
Di balik itu semua, dengan anak murid mengikuti LBB, berarti anak tidak memunyai banyak waktu luang untuk bersosialisasi dengan teman-temannya, menyegarkan pikiran, atau menuangkan hobi yang dimiliki.

Bukan bermaksud menyudutkan LBB, tapi kalau melihat jam belajar anak di sekolah ditambah lagi belajar di LBB, maka praktis anak tidak memunyai waktu banyak. Mereka pun akan terlalu letih buat aktifitas lain. Apalagi kebanyakan materi LBB hanya mengasah logika dan kemampuan otak kiri. Dan berkutat pada pelajaran seperti Fisika, Kimia, Biologi, dll.

Artinya, tidak ada waktu buat anak melatih otak kanannya yang berfungsi untuk mengasah imajinasi dan kreativitas. Kehidupan mereka pun menjadi monoton, pagi berangkat sekolah, siang dilanjutkan dengan bimbingan belajar. Kemudian mereka akan mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan sekolah pada malam harinya.

Apa Perlu Belajar di Bimbel?
Pertanyaan di atas terus menyeruak ketika melihat anak-anak sekolah pergi di pagi hari dan pulang menjelang sore. Dengan begitu banyaknya waktu yang tersita setiap hari, apakah mereka juga harus belajar lagi di LBB? Apa sekolah tidak cukup memberikan mereka waktu untuk menguasai pelajaran?

Bukan karena sekolah tidak cukup memberikan materi pelajaran (tergantung dari sekolahnya), tapi banyak juga murid sekolah yang akan lebih yakin menghadapi UN atau ujian seleksi perguruan tinggi kalau sudah belajar di LBB. Apalagi di sana mereka akan diberikan soal-soal yang biasanya keluar dalam ujian yang akan ditempuh.
Di samping itu, mereka juga bisa menambah wawasan dan teman, bukan hanya di sekolah saja. Di situ, mereka bisa saling bertukar pikiran dan membahas berbagai tip dan trik cara cepat mengerjakan soal-soal ujian.

Pro dan kontra tentang pentingnya LBB masih menjadi pertanyaan. Terlebih lagi biaya pendidikan di LBB yang tidak terbilang murah. Buat mereka yang duduk di kelas 3 SMP atau SMA, misalnya. Biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua murid bisa berkisar antara 5 – 15 juta. Bagi yang orang tuanya punya duit banyak, hal itu mungkin tidak masalah, tapi bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki uang lebih?

Sebenarnya, di beberapa sekolah pun sudah menyediakan program pendalaman materi buat mereka yang akan mengikuti ujian. Dengan begitu, anak-anak sekolah tidak begitu perlu mengikuti LBB karena selain akan menyita tenaga dan waktu, mereka pun sebenarnya sudah mendapat pelajaran tambahan di sekolah.

Murid sekolah yang memilih tidak ikut LBB, pun bisa belajar bersama dan membahas pelajaran dengan teman-teman. Untuk mengukur kemampuan, mereka bisa mengikuti beberapa try out yang banyak diselenggarakan. Atau membeli buku-buku soal ujian dan membahasnya bersama teman sekolah atau teman yang ikut LBB.

Tapi, itu semua tergantung dari individu masing-masing. Terkadang, ada individu yang belum punya rasa tanggung jawab dan keyakinan. Tidak terpicu belajar, bila harus belajar sendiri. Makanya, mereka memilih ikut LBB, dibanding harus belajar sendiri atau dengan teman-teman yang kebanyakan akan diisi dengan ngobrol atau hal lain yang bukan bersifat pembelajaran.

Sekolah Versus LBB
Sekolah dan LBB selayaknya memang saling mendukung dalam mengembangkan kemampuan murid dalam menguasai pelajaran sekolah. Sebenarnya, antara sekolah dan LBB memiliki orientasi yang berbeda.

Sekolah lebih bertujuan pada pengembangan siswa secara menyeluruh, termasuk mengembangkan kreativitas dan sikap siswa. Lain halnya dengan LBB yang lebih pada tujuan singkat seperti kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal dengan cepat dan benar. Tujuan utamanya adalah mengantar siswa lulus ujian atau mendapat perguruan tingggi negeri.

Karena alasan tersebut, malah seharusnya sekolah dan LBB bisa saling membantu. Ibaratnya, sekolah memberikan pondasi, sedangkan LBB lebih pada memberikan atap rumah dan finishing agar rumah terlihat bagus dan indah. Bukan hal yang baik bila masyarakat atau siswa sekolah hanya mengartikan pendidikan dengan lulus atau tidaknya dalam sebuah ujian.

Sekarang ini, layanan dan fasilitas LBB pun kerap menjadi perbandingan oleh masyarakat. Di samping perlengkapan belajar mengajar yang terbilang lengkap dan nyaman. LBB pun ada yang melengkapi dengan fasilitas konsuling dan sesi membangun motivasi siswa dalam belajar. Layanan tersebut disediakan gratis dan kapan saja.
Seperti yang dilakukan Quantum Brain dengan memberikan pelayanan belajar di luar kelas yang betul-betul nyata (individu atau kelompok). Pelajaran tambahan tersebut diberikan gratis bagi siswa-siswi.

”Di samping itu, siswa Quantum Brain pun akan mendapat training secara berkala tentang ”motivation to win” dan ”skill of learning” melalui Motivation Training Plus (MTP) oleh pembicara dan motivator handal Mr. Sintong dan Mr. Pia,” kata Pimpinan Cabang Quantum Meruya, Oskar Purba.

Tidak sampai di situ, bahkan ada LBB yang memberikan fasilitas untuk melihat bakat dan potensi anak. Melalui fasilitas tersebut, akan bisa terlihat kemampuan otak kiri dan kanan anak sehingga akan lebih mudah mengembangkan potensi dan bakat anak yang tepat ke depannya.

Menjelang UN, banyak pula LBB yang menyelenggarakan pembelajaran intensif. Murid akan diberi materi-materi latihan soal agar mereka benar-benar siap menghadapi ujian.

Seperti yang dikatakan Pimpinan Cabang Primagama Green Garden, Ika Kumala Furi, SE, dalam menghadapi UN 2009 nanti, akan dibuka program “Super Intensive UN 2009”. Di program tersebut, siswa akan dibekali simulasi, trik-trik jitu serta pembahasan soal-soal prediksi UN 2009 yang akurat. “Program telah dibuka mulai sekarang dengan biaya sebesar Rp 900 ribu,” katanya.

Kemudian, entah karena sebab persaingan bisnis atau untuk memberikan kepercayaan pada masyarakat, ada pula LBB yang memberikan garansi lulus ujian atau perguruan tinggi negeri.

Pada dasarnya, program jaminan ini sama dengan program bimbel lainnya, tapi jumlah muridnya saja yang dibatasi. Biasanya, tidak lebih dari 10 anak dalam satu kelas. Biayanya pun tentu lebih mahal, di atas Rp 10 jutaan.

Bahkan, ada pula LBB yang membuka Kelas Super atau kelas buat murid yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Mereka akan dikumpulkan dalam satu kelas dengan materi pembelajaran yang sama, tapi dibahas lebih mendalam dan cenderung mendorong potensi anak. Tidak hanya teori, tapi juga meliputi aplikasi, pendalaman, dan pengembangan materi.

Bisnis Pendidikan
Apa pun masalah dan alasannya, pendidikan sepatutnya tidak dijadikan ajang bisnis semata. Bila hal itu terjadi, bukan tidak mungkin pendidikan hanya akan dimiliki oleh mereka yang memunyai uang banyak. Sedang buat mereka yang hidup seadanya, akan mendapat pendidikan yang apa adanya pula.

Kita sendiri mahfum bahwa biaya operasional pendidikan dengan berbagai keperluan tidak bisa dibilang murah. Tapi selayaknya dihindari menjadikan pendidikan sebagai ”mesin pencari untung” belaka. Karena ketidakadilan dalam pendidikan membuat kualitas dan potensi masyarakat secara keseluruhan menjadi tidak merata.

Bagi murid-murid yang menimba ilmu di LBB pun memiliki sisi positif. Mereka menjadi kaya ilmu dan pengetahuan karena belajar bukan hanya di sekolah saja. Sekaligus mereka bisa mencari teman dan tempat untuk berdiskusi.

Selayaknya, sekolah dan LBB tidaklah bersaing. Keduanya bisa dibilang saling mengisi kekurangan yang lowong di sistim pendidikan kita. Biar murid sekolah yang nantinya akan menjadi masyarakat Indonesia secara keseluruhan menjadi lebih baik dan mampu berkompetisi dalam dunia nyata.


[+/-] Selengkapnya...

Apa Beda Sekolah dan Bimbel?

Menjelang Ujian Nasional (UN) atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNPTN), banyak murid sekolah yang berlomba-lamba mencari lembaga bimbingan belajar (bimbel). Sebagian yakin kalau bimbel dapat membantu mereka mencapai nilai yang diinginkan.

Di balik semua itu, bagaimana sebenarnya kualitas bimbel bila dibandingkan sekolah. Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangannya? Berikut beberapa hal yang menjadi perbedaannya :

1.Kualitas guru di bimbel tentunya berbeda dengan di sekolah. Guru bimbel biasanya adalah lulusan Perguruan Tinggi (PT). Berbeda dengan sekolah. Kalau bukan lulusan PT, bagaimana guru bimbel bisa meloloskan anak didiknya untuk lulus salam ujian masuk PT.

2.Selain ujian saringan masuk, guru bimbel juga harus memiliki talenta dalam mengajar yang baik. Setelah itu, mereka biasanya akan diuji lagi dengan mengajar di kelas selama beberapa bulan. Kemudian, anak murid mereka akan menilai apakah guru baru tersebut layak atau tidak dipertahankan sebagai pengajar.

3.Kualitas guru-guru di bimbel pun kerap diberikan pembinaan oleh pengajar yang senior atau juga melalui kantor pusat mereka (bila merupakan bimbel waralaba). Dengan begitu, wawasan mereka pun akan semakin luas.

4.Pendapatan guru atau pengajar merupakan hal yang tidak boleh dilupakan. Rata-rata, pengajar bimbel yang sudah 5 tahunan mengajar, gajinya pasti di atas 2 jt. Berbeda dengan guru, tapi guru sekolah memunyai berbagai jaminan untuk kebutuhan hidupnya.

5.Fasilitas mengajar merupakan hal yang berbeda antara bimbel dan sekolah. Rata-rata bimbel memiliki fasilitas seperti ruangan berpendingin, menggunakan white board dengan spidol berwarna, alat bantu audio visual, bahkan komputer.

6.Cara mengajar yang efektif dan tidak membosankan merupakan hal yang patut dikuasai oleh seorang pengajar. Mereka akan lebih baik bila memiliki rasa humor sekaligus menghibur dalam mengajar. Di bimbel, seorang pengajar harus memiliki itu semua bila mereka tidak ingin kehilangan anak didiknya. Lain halnya dengan sekolah, hanya sedikit guru yang memiliki hal tersebut dengan berbagai alasan. Pengajar bimbel pun, istilahnya memiliki waktu 24 jam untuk ditanya oleh muridnya perihal kesulitan belajar mereka. Belum lagi keramahtamahan pengajar bimbel yang sudah menjadi keharusan.

7.Kemudian adalah mengenai evaluasi belajar. Sebagian besar bimbel, menyimpan evaluasi murid-muridnya dengan rapih di komputer. Sehingga setiap murid dapat diketahui kelemahannya dan berguna untuk mengakselerasi kepintaran murid.

8.Ada perbedaan antara materi pengajaran di sekolah dan bimbel. Sekolah, kebanyakan mengajarkan ilmu yang bersifat teoritis, sedangkan bimbel lebih memberi ilmu-ilmu yang praktis. Bimbel sering mengajarkan anak muridnya “jalan pintas” dalam mengerjakan soal-soal.

9.Bimbel juga memiliki guru atau ruang konsultasi buat mereka yang memiliki masalah selain pelajaran-pelajaran yang bersifat formal. Bimbel sering menyediakan layanan konsultasi mental sebagai solusi dari permasalah kehidupan sehari-hari anak murid.

10.Terakhir, adalah wibawa guru. Sering kali, pengajar bimbel tidak lebih ditakuti dari guru sekolah. Tapi, itu juga tergantung dari gurunya dalam bersikap ketika mengajar atau di luar jam belajar.


[+/-] Selengkapnya...