Kamis

Ada Keinginan, Ada Jalan

Jika Anda biasanya belajar mengenai cinta dan wanita, hari ini saya ingin mengajar sedikit di luar topik tersebut walaupun masih berhubungan, yakni tentang motivasi Anda melakukan proses transformasi romansa.

Beberapa hari lagi, seorang sahabat saya akan berangkat melanjutkan studi di California, Amerika Serikat. Sudah mengenalnya selama bertahun-tahun, saya tahu persis bahwa itu adalah salah satu impiannya yang terbesar semenjak kecil. Saya menjadi saksi mata hidup yang menyaksikan sendiri seluruh usaha keras Phillip, khususnya selama dua tahun terakhir ini, dalam menciptakan cukup momentum untuk menggapai harapannya.

Banyak sekali hambatan yang dia temui, mulai dari kesulitan referensi, persyaratan nilai, keadaan keluarga yang kurang suportif, ujian GMAT yang gagal beberapa kali, hingga biaya yang sama sekali tidak sedikit, namun Phillip terus berusaha semaksimal mungkin untuk impiannya tersebut.

Selain Phillip di atas, saya memiliki puluhan kisah lainnya tentang orang-orang yang saya kenal secara pribadi yang berhasil mendapatkan apa yang mereka impikan. Saya juga memiliki setumpuk kisah pengalaman pribadi tentang hal-hal demikian. Dan dari seluruh cerita tersebut, saya selalu menemukan benang merah bahwa setiap orang selalu bisa memenuhi apa yang mereka butuhkan dan inginkan, jika mereka bersedia menggunakan setiap kesempatan yang ada.

Itu sebabnya saya seringkali merasa terganggu setiap kali melihat e-mail yang berisi pertanyaan-pertanyaan konyol atau mental gratisan yang mengeluhkan ini itu, ingin berubah tapi tidak mau menjalani proses yang susah. Segala sesuatu yang Anda dapatkan dengan mudah, gratisan, dan cuma-cuma tidak akan pernah memberikan pengaruh ataupun kepuasan seperti yang Anda bayangkan sebelumnya.

Saya juga merasa super gatal setiap mendengar orang yang langsung berhenti bereksperimen ketika menemui kegagalan di kali pertama, kedua, atau bahkan ketiga. Jika Anda tidak berani menghabiskan cukup dana, daya dan detik untuk sesuatu yang Anda inginkan, maka itu berarti Anda tidak benar-benar menginginkannya.
Anda tidak perlu selalu menginvestasikan ketiga sumber daya tersebut. Jika Anda tidak memiliki cukup dana ataupun waktu, setidaknya berikan seluruh tenaga Anda dikonsentrasikan pada kesempatan yang ada.

Anda ingin menjadi sosok yang memiliki segudang pengetahuan? Habiskan cukup sumber daya Anda untuk membaca banyak buku. Anda ingin pintar bersosialisasi? Habiskan sumber daya Anda untuk berbicara dengan siapa saja yang Anda temui tanpa memandang bulu. Anda ingin sukses dalam karir? Habiskan cukup sumber daya Anda untuk bekerja lebih giat daripada orang-orang lain.

Anda tidak bisa berharap akan sebuah keajaiban jika satu-satunya yang Anda lakukan adalah berpangku tangan, menghela napas, dan berharap ada yang cukup kasihan hingga mau membantu Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Dunia tidak bekerja demikian, Sobat. Jangankan mengeluh lembek seperti itu, bergaya positive thinking pun tidak akan mengubah apa-apa selain membuat Anda menjadi pakar dalam menyangkali realita dan menipu diri sendiri.

Saya percaya setiap orang memiliki jumlah kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan. Anda dan saya berhak mendapatkan nyaris segala sesuatu yang kita inginkan, apabila kita bersedia membuka mata dan melakukan sedikit usaha untuk mendekatinya. Ibarat pepatah, “Tuhan akan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri.”

Sulit sekali bagi seseorang (termasuk Tuhan!) untuk melemparkan bantuan pada orang yang tidak serius dalam niatnya mengejar impian. Bertindak setengah-setengah bin pesimis tidak akan menghantarkan Anda kemana pun selain tempat yang gelap dan terisolasi. Di sana, Anda dihantui emosi geram karena merasa ditinggalkan, tidak dipedulikan, dan muak karena tidak pernah merasa cukup layak mendapatkan sesuatu.

Sekali lagi, semakin mudah Anda mendapatkan sesuatu dengan cuma-cuma, semakin kecil nilai kepuasan dari apa yang Anda impikan tersebut, karena tingkat kepuasan tersebut bergantung dari seberapa banyak Anda merasa sudah menginvestasikan diri untuk layak mendapatkannya.

Dengan pendek, semakin Anda membuka mata dan berusaha semaksimal mungkin di setiap kesempatan yang ada, semakin Anda akan merasa bahagia ketika akhirnya berhasil mencapai yang diinginkan. Itu juga yang kebetulan menjadi salah satu kunci sukses dalam petualangan ngehit dan romansa yang dibagikan dalam workshop dan seminar Hitman System.

Kesulitan dan hambatan tidak hadir dengan tujuan untuk menghapus impian Anda. Justru sebaliknya, mereka hadir untuk memastikan Anda meledak-ledak dengan lonjakan kebahagiaan, bersyukur bahwa Anda berani berusaha melakukan sesuatu dibandingkan kebanyakan orang lain yang biasa menangis dan mengeluh.

Ketika Anda melihat sesuatu dan merasa membutuhkannya, tidak peduli apapun yang berdiri menghalangi, dorong diri Anda untuk selalu mencoba segala sesuatu yang bisa dilakukan untuk menembus ataupun mengitari tembok penghalang tersebut.

Memang tidak ada jaminan Anda pasti mendapatkan yang diinginkan atau memenangkan pertandingan yang diikuti, tapi setiap inchi usaha yang Anda lakukan akan mendorong Anda sedikit lebih dekat lagi kepada harapan. Jika Anda tidak pernah berusaha, Anda tidak pernah tahu apakah harapan itu bisa diraih atau tidak. Kata seorang bijaksana bernama Wayne Gretzky, “You miss 100% of the shots you don't take.”

Bahkan jika sejarah hidup Anda mencatat bahwa Anda tidak pernah beruntung sekalipun, tetap lakukan apa yang perlu Anda lakukan, jangan cuek membiarkan kesempatan berlalu begitu saja. Bacalah kisah tokoh-tokoh besar dunia. Mereka menjadi berhasil bukan karena mereka lebih beruntung daripada orang-orang lain, melainkan karena mereka gigih untuk tidak pernah melewatkan kesempatan sekecil apapun untuk menggenapi impian mereka.

Menurut saya, kemalasan dan kemasabodoan adalah pangkal kepunahan. Jika Anda pikir saat ini berat rasanya membayar harga untuk sebuah perubahan, pikirkan betapa mahalnya harga penyesalan yang harus Anda 'bayar' ketika nanti segala sesuatunya sudah sangat sangat terlambat.

Seberapa besar gairah Anda ketika akhirnya mengetahui bahwa sebenarnya ada banyak sekali jalan menuju Roma? Jika ada keinginan, maka ada jalan.