Ingin Jadi Bapak Bilyar Indonesia
Olahraga bilyar di Indonesia sepertinya tidak akan pernah mati. Ketua III POBSI, Jonny Sardjono yang lebih dikenal dengan panggilan Masig ini pasalnya akan terus mengabdi untuk bilyar sampai ajal menjemput.
Menurut pria kelahiran 18 Mei 1957 ini, bilyar menjadi nomor satu dalam hidupnya. Bahkan, bisa dikatakan sudah menjadi agama atau kepercayaan buat bapak 3 anak ini. Bilyar digemarinya sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Hobinya terus berlanjut hingga dirinya beranjak dewasa.
Bahkan karena kecintaannya terhadap olahraga bilyar, Jonny sempat mengambil cuti sewaktu dia bekerja di Astra. Waktu itu, cutinya digunakan untuk mengurus atlet bilyar yang ingin bertanding.
Sebenarnya, bukan hanya saat ini saja dirinya sangat gemar bermain bilyar. Dari kecil pun, Jonny sudah senang dengan bilyar. Saat itu, di rumahnya sudah ada meja bilyar lengkap dengan stik-nya.
Sekarang, hobi dan kegemaran Jonny pun menurun pada anaknya yang memang menyukai olahraga bola sodok ini. Demi hobi dan kegemaran keduanya, Jonny pun menyediakan 1 buah meja bilyar lengkap dengan beberapa stik di rumahnya.
Bukan hanya sekedar hobi. Jonny yang pada saat menjadi atlet selalu berlatih minimal 4 jam setiap hari, juga akan selalu memberi yang terbaik untuk olahraga bilyar di negara ini. Namun, karena usia yang semakin tua, membuatnya harus vakum menjadi atlet.
Ketika masih menjadi atlet, Jonny pernah meraih medali perak pada Kejurnas 1996 di Lampung. Saat itu, perasaan bangga menghampiri. ”Umur yang membuat saya harus vakum menjadi atlet. Tapi, saya tidak akan berhenti sampai di sini. Di usia saya sekarang, saya akan berusaha memberi yang terbaik untuk olahraga bilyar di Indonesia,” tukas Jonny.
”Saya sangat ingin membuat olahraga bilyar terus berkembang, terlebih di negara ini. Di mana setelah saya tidak ada lagi, orang akan mengenang apa yang pernah saya lakukan untuk olahraga bilyar. Mungkin saja orang akan menyebut saya sebagai bapak bilyar Indonesia,” ungkapnya.
Guna membangkitkan olahraga bilyar, dirinya sering mengadakan turnamen bilyar seminggu sekali di tempatnya, Green Garden Bilyar Center. Selain itu, turnamen antar pebilyar nasional sampai menyelenggarakan turnamen bilyar di televisi seperti ”Nyodok Abis” yang disiarkan salah satu televisi swasta.
”Dengan adanya turnamen bilyar yang disiarkan di televisi, secara tidak langsung membuat olahraga bilyar selalu dikenal oleh masyarakat, dan tidak akan pernah mati,” tukasnya.
Butuh Lahan Untuk Olahraga Bilyar
Jonny menuturkan, bilyar bukan sekedar olahraga saja. Saya akan berusaha untuk membangun olahraga bilyar di negeri ini menjadi lebih baik lagi. Bahkan nantinya, bilyar bukan hanya menjadi olahraga saja, tapi bisa menjadi industri bisnis yang berkembang dan menghasilkan untuk negara ini.
Hal itu bisa saja terjadi karena peminat bilyar sangat tinggi sekali di Indonesia. Seperti yang kita lihat, penghobi bilyar bukan hanya dari kaum pria, tapi banyak pula kaum hawa yang senang dengan olahraga satu ini.
Namun, untuk membuat olahraga ini terus berkembang, masih banyak kendala yang terjadi. Selain masih minimnya turnamen-turnamen yang diselenggarakan, sekolah khusus bilyar seperti di Amerika dan negara lainnya, masih belum banyak tersedia.
Hingga saat ini, Jonny terus berusaha membangun sarana berlatih buat para pebilyar. Seperti gedung atau gelanggang bilyar centre yang nantinya bisa dijadikan tempat untuk turnamen-turnamen atau sekolah bilyar.
”Saya hanya berharap pemerintah mau menyediakan berupa lahan yang lokasinya di Jakarta. Entah sistemnya seperti apa, sewa atau apapun namannya. Entah setelah beberapa tahun menjadi milik negara, yang terpenting pemerintah tahu kalau tujuannya untuk membangkitkan olahraga bilyar di negara ini,” ujarnya.
Jika memang melalui Menpora tidak juga berhasil, Jonny akan mengajukan kembali permohonan ini kepada Gubernur Jakarta, Fauzi Wibowo. ”Semua konsep telah saya kantongi. Hanya tinggal lahan saja yang belum tersedia,” tukasnya.
Dirinya sangat berharap pemerintah mau bersama-sama membangun olahraga bilyar di Indonesia. Padahal seperti kita ketahui, banyak atlet bilyar Indonesia yang skill-nya bisa dikatakan tidak kalah dengan orang asing. Namun, karena keterbatasan sarana dan prasarana, membuat mereka sulit untuk berkembang.
Salah satunya adalah kesempatan para atlet untuk bertanding ke luar negri. ”Ini jelas sangat membantu mereka. Bagaimana mereka bisa mempunyai mental kuat jika jarang bertanding. Al hasil, ketika harus berhadapan dengan atlet asing, mereka sudah merasa kalah. Padahal jika mereka tenang dan mempunyai mental yang kuat, mereka tidak kalah dari atlet-atlet bilyar dari negara lain,” tukas Jonny.
Keahlian bermain bilyar harus sering diasah dengan mengadakan turnamen-turnamen yang setidaknya berhadiah lumayan besar. Ini secara tidak langsung bisa memotivasi mereka agar lebih giat berlatih. Namun, semua itu harus didukung dengan fasilitas yang layak untuk mereka dan keluarga. ”Hal ini jelas akan memengaruhi prestasi mereka,” tutupnya.
Profil
Nama : R. I. Johnny Sardjono
TTL : 18 Mei 1957
Hobi : Bilyar, Bowling
Jabatan : Ketua III PB POBSI
: Dewan Kehormatan POBSI Pengprov DKI
: Ketua Umum APPI (Asosiasi Pebilyar Profesional Indonesia)
Rabu
Jonny Sardjono
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Comment Form under post in blogger/blogspot