Rabu

Jambret di Kavling DKI

Hari Minggu (20/07), sekitar pukul 10 malam, saya naik sepeda motor berdua teman dari arah Srengseng menuju Kavling DKI, Meruya. Tepatnya di perempatan lampu merah Srengseng, ada sepeda motor berwarna hitam yang memang sangat mepet/dekat posisinya dengan kami. Tapi, saya berpikir kalau itu hanya orang yang naik motornya ugal-ugalan karena terburu-buru.

Setelah melewati Kantor Pos Polisi Meruya, teman saya mulai mengurangi kecepatan. Saat itu, kami sambil bercengkrama. Tapi, ketika kami tepat di dekat Kav DKI dan ingin berbelok, tiba-tiba motor yang mengikuti kami sejak dari perempatan Srengseng tersebut, langsung menyerobot dari kiri. Ini membuat kami menjadi sulit untuk berbelok.

Tiba-tiba, dua orang yang berboncengan itu langsung merampas tas yang saat itu sedang ada di tengah-tengah antara saya dan teman. Tarik-menarik pun terjadi. Akibat oleng dan saya takut terjatuh, akhirnya tas itu pun berpindah tangan ke 2 orang penjambret tersebut.

Tak mau kehilangan tas yang berisi hand-phone, dompet, dan lainnya, kami pun teriak sekuat-kuatnya. Jambret.... jambret....apa mau dikata, motor berwarna hitam pekat itu terus melaju dengan cepat. Kami pun sempat mengejarnya hingga ke pertigaan arah Ciledug. Namun penjambret yang kelihatannya sudah profesional itu lenyap di kegelapan malam.

Untungnya, kami berdua tidak mengalami luka ataupun cidera. Pernah saya mendengar cerita-cerita dari tetangga rumah, ada orang yang mencoba melawan dan mengejar jambret yang beraksi di atas sepeda motor tersebut, tapi orang itu pun harus kehilangan nyawanya karena motornya terjatuh di tendang penjambret saat mengejar.

Sepertinya kejadian ini sudah sering terjadi, yang pasti saya yakin orang itu memang sangat profesional. Kepada para pembaca di mana pun Anda berada, terlebih ketika berkendara pada malam hari, agar hati-hati. Jika perlu, jangan pernah berkendara sendirian waktu malam hari. Terlebih melewati jalan-jalan yang sepi dan rawan di daerah Kavling DKI.


Ananda Arini
Kavling DKI